Skip to content

Commit f7fa825

Browse files
committed
fix(i18n): resolve conflict
1 parent 6905794 commit f7fa825

File tree

1 file changed

+8
-47
lines changed

1 file changed

+8
-47
lines changed

1-js/02-first-steps/07-operators/article.md

Lines changed: 8 additions & 47 deletions
Original file line numberDiff line numberDiff line change
@@ -93,13 +93,7 @@ alert( +"" ); // 0
9393

9494
Sebenarnya ia melakukan hal yang sama seperti `Number(...)`, tapi lebih pendek.
9595

96-
<<<<<<< HEAD
97-
Kebutuhan mengkonversi string ke angka sangat sering meningkat. Misalnya, jika kita memperoleh nilai dari field form HTML, mereka biasanya string.
98-
99-
Bagaimana jika kita ingin menjumlahkan mereka?
100-
=======
101-
The need to convert strings to numbers arises very often. For example, if we are getting values from HTML form fields, they are usually strings. What if we want to sum them?
102-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
96+
Kebutuhan mengkonversi string ke angka sangat sering meningkat. Misalnya, jika kita memperoleh nilai dari kolom di form HTML, mereka biasanya string. Bagaimana jika kita ingin menjumlahkan mereka?
10397

10498
Plus binary akan menambah mereka sebagai string:
10599

@@ -131,19 +125,11 @@ Kenapa plus unary diaplikasi ke nilai sebelum binarynya? Seperti yang kita lihat
131125

132126
## Presedensi operator
133127

134-
<<<<<<< HEAD
135128
Jika expresi punya lebih dari satu operator, urutan eksekusi ditentukan oleh *presedensi* mereka, atau dengan kata lain, urutan prioritas default operator.
136-
=======
137-
If an expression has more than one operator, the execution order is defined by their *precedence*, or, in other words, the default priority order of operators.
138-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
139129

140130
Dari sekolah, kita semua tahu bahwa perkalian dalam expresi `1 + 2 * 2` harus dihitung sebelum penambahan. Itulah arti dari presedensi. Perkalian disebut memiliki *presedensi lebih tinggi* dari penambahan.
141131

142-
<<<<<<< HEAD
143-
Tanda kurung mengesampingkan presedensi apapun, jika jika kita tak puas dengan urutan default, kita bisa gunakan mereka untuk mengubahnya. Misalnya: tulis `(1 + 2) * 2`.
144-
=======
145-
Parentheses override any precedence, so if we're not satisfied with the default order, we can use them to change it. For example, write `(1 + 2) * 2`.
146-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
132+
Tanda kurung mengesampingkan presedensi apapun, jadi jika kita tak puas dengan urutan default, kita bisa gunakan mereka untuk mengubahnya. Misalnya: tulis `(1 + 2) * 2`.
147133

148134
Ada banyak operator di JavaScript. Tiap operator punya nomor presedensi masing-masing. Nomor yang lebih besar dieksekusi terlebih dahulu. Jika presedensinya sama, urutan eksekusinya dari kiri ke kanan.
149135

@@ -211,15 +197,9 @@ alert( a ); // 3
211197
alert( c ); // 0
212198
```
213199

214-
<<<<<<< HEAD
215200
Di contoh di atas, hasil dari expresi `(a = b + 1)` ialah nilai yang ditetapkan ke `a` (yaitu `3`). Ia kemudian digunakan untuk evaluasi berikutnya.
216201

217-
Kodenya lucu, kan? Kita sebaiknya memahami cara ia bekerja, karena kadang kita lihat ia berada dalam librari Javascript, tapi tak boleh menulis apapun seperti yang kita lakukan. Trik macam itu tentu saja tak membuat kode lebih jelas atau lebih terbaca.
218-
=======
219-
In the example above, the result of expression `(a = b + 1)` is the value which was assigned to `a` (that is `3`). It is then used for further evaluations.
220-
221-
Funny code, isn't it? We should understand how it works, because sometimes we see it in JavaScript libraries, but shouldn't write anything like that ourselves. Such tricks definitely don't make code clearer or readable.
222-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
202+
Kodenya lucu, kan? Kita sebaiknya memahami cara ia bekerja, karena kadang kita lihat ia berada dalam librari Javascript, tapi tak boleh menulis apapun seperti yang kita lakukan. Trik macam itu tentu tak membuat kode lebih jelas atau dibaca.
223203
````
224204

225205
## Sisa %
@@ -271,22 +251,14 @@ Jadi, ada operator spesial untuk itu:
271251

272252
```js run no-beautify
273253
let counter = 2;
274-
<<<<<<< HEAD
275-
counter++; // Cara kerjanya sama dengan counter = counter + 1, tapi lebih pendek
276-
=======
277-
counter++; // works the same as counter = counter + 1, but is shorter
278-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
254+
counter++; // cara kerjanya sama dengan counter = counter + 1, tapi lebih pendek
279255
alert( counter ); // 3
280256
```
281257
- **Decrement** `--` menurunkan variabel sebanyak 1:
282258

283259
```js run no-beautify
284260
let counter = 2;
285-
<<<<<<< HEAD
286-
counter--; // Cara kerjanya sama dengan counter = counter - 1,tapi lebih pendek
287-
=======
288-
counter--; // works the same as counter = counter - 1, but is shorter
289-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
261+
counter--; // cara kerjanya sama dengan counter = counter - 1,tapi lebih pendek
290262
alert( counter ); // 1
291263
```
292264

@@ -453,17 +425,10 @@ Di sini, expresi pertama `1 + 2` dievaluasi dan hasilnya dibuang. Lalu, `3 + 4`
453425
```smart header="Koma punya presedensi sangat kecil"
454426
Harap ingat bahwa operator koma punya presedensi sangat kecil, lebih kecil dari `=`, jadi tanda kurung penting dalam contoh di atas.
455427
456-
<<<<<<< HEAD
457-
Tanpa mereka: `a = 1 + 2, 3 + 4` mengevaluasi `+` terlebih dahulu, penjumlahan tersebut menjadi `a = 3, 7`, lalu operator penetapan `=` menetapkan `a = 3`, dan sisanya diabaikan. Ini seperti `(a = 1 + 2), 3 + 4`.
458-
```
459-
460-
Kenapa kita butuh operator yang membuang semuanya kecuali expresi akhirnya?
461-
=======
462-
Without them: `a = 1 + 2, 3 + 4` evaluates `+` first, summing the numbers into `a = 3, 7`, then the assignment operator `=` assigns `a = 3`, and the rest is ignored. It's like `(a = 1 + 2), 3 + 4`.
428+
Tanpa mereka: `a = 1 + 2, 3 + 4` mengevaluasi `+` terlebih dahulu, menjumlahkan mereka menjadi `a = 3, 7`, lalu operator penetapan `=` menetapkan `a = 3`, dan sisanya diabaikan. Ini seperti `(a = 1 + 2), 3 + 4`.
463429
```
464430
465-
Why do we need an operator that throws away everything except the last expression?
466-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
431+
Kenapa kita butuh operator yang membuang semuanya kecuali expresi terakhir?
467432
468433
Kadang, orang memakai itu dalam konstruksi rumit untuk menaruh beberapa aksi dalam satu baris.
469434
@@ -476,8 +441,4 @@ for (*!*a = 1, b = 3, c = a * b*/!*; a < 10; a++) {
476441
}
477442
```
478443
479-
<<<<<<< HEAD
480-
Trik macam ini dipakai di banyak framework JavaScript. Itulah kenapa kita membahas mereka. Tapi, biasanya, mereka tak meningkatkan keterbacaan kode sehingga kita sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum menggunakan mereka.
481-
=======
482-
Such tricks are used in many JavaScript frameworks. That's why we're mentioning them. But usually they don't improve code readability so we should think well before using them.
483-
>>>>>>> 8c30654f694fe8682f5631809980be931ee4ed72
444+
Trik macam ini dipakai di banyak framework JavaScript. Itulah kenapa kita membahas mereka. Tapi, biasanya, mereka tak membuat kode mudah dibaca sehingga kita sebaiknya pikir-pikir dulu sebelum menggunakan mereka.

0 commit comments

Comments
 (0)