You signed in with another tab or window. Reload to refresh your session.You signed out in another tab or window. Reload to refresh your session.You switched accounts on another tab or window. Reload to refresh your session.Dismiss alert
Panggilan pada `mul.bind(null, 2)` membuat function `double` baru yang memberikan panggilan terhadap `mul`, memperbaiki `null` sebagai konteksnya dan `2` sebagai argumen pertamanya. Argumen-argumen lebih lanjut yang diberikan "as is/sebagaimana adanya".
247
247
248
-
Itu dipanggil [partial function application](https://en.wikipedia.org/wiki/Partial_application) -- kita membuat sebuah function baru dengan memperbaiki beberapa parameter dari yang sudah ada.
248
+
Itu dipanggil [partial function application](https://en.wikipedia.org/wiki/Partial_application) -- kita membuat sebuah fungsi baru dengan memperbaiki beberapa parameter dari yang sudah ada.
249
249
250
250
Harap dicatat bahwa disini kita tidak menggunakan `this`. Tapi `bind` memerlukannya, jadi kita harus meletakkan di dalam sesuatu seperti `null`.
251
251
252
-
Function`triple` di dalam kode dibawah ini melipatkan tiga kali lipat nilai tersebut:
252
+
Fungsi`triple` di dalam kode dibawah ini melipatkan tiga kali lipat nilai tersebut:
Manfaatnya bahwa kita dapat membuat sebuah function independen dengan nama yang dapat dibaca (`double`, `triple`). Kita bias menggunakannya dan tidak menyediakan argumen pertamanya setiap saat karena sudah diperbaiki dengan `bind`.
270
+
Manfaatnya bahwa kita dapat membuat sebuah fungsi independen dengan nama yang dapat dibaca (`double`, `triple`). Kita bisa menggunakannya dan tidak menyediakan argumen pertamanya setiap saat karena sudah diperbaiki dengan `bind`.
271
271
272
-
Dalam kasus lain, aplikasi parsial berguna saat kita punya sebuah function generik dan menginginkan varian yang kurang universal untuk kenyamanan.
272
+
Dalam kasus lain, aplikasi parsial berguna saat kita punya sebuah fungsi generik dan menginginkan varian yang kurang universal untuk kenyamanan.
273
273
274
-
Contoh, kita punya sebuah function`send(from, to, text)`. Kemudian, di dalam objek `user` kita mungkin ingin menggunakan varian parsial darinya: `sendTo(to, text)` yang dikirim dari user saat ini.
274
+
Contoh, kita punya sebuah fungsi`send(from, to, text)`. Kemudian, di dalam objek `user` kita mungkin ingin menggunakan varian parsial darinya: `sendTo(to, text)` yang dikirim dari user saat ini.
275
275
276
276
## Menjadi parsial tanpa konteks
277
277
278
278
Bagaimana jika kita ingin memperbaiki beberapa argumen, tetapi bukan konteks `this`? Contoh, untuk sebuah method objek.
279
279
280
280
`bind` yang asli tidak mengizinkan itu. Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan konteks dan lompat ke argumen.
281
281
282
-
Untungnya, function`partial` untuk mengikat argumen saja dapat dengan mudah diterapkan.
282
+
Untungnya, fungsi`partial` untuk mengikat argumen saja dapat dengan mudah diterapkan.
@@ -324,4 +324,4 @@ Biasanya kita menerapkan `bind` untuk memperbaiki `this` untuk sebuah method obj
324
324
325
325
Ketika kita memperbaiki beberapa argumen dari function yang ada, fungsi yang dihasilkan (less universal) disebut *partially applied* atau *partial*.
326
326
327
-
Parsial lebih mudah digunakan jika kita tidak ingin mengulangi argumen yang sama berulang kali. Seperti jika kita memiliki function`send (from, to)`, dan `from` harus selalu sama untuk tugas kita, kita bisa mendapatkan sebuah partial dan melanjutkannya.
327
+
Parsial lebih mudah digunakan ketika kita tidak ingin mengulangi argumen yang sama berulang kali. Seperti jika kita memiliki fungsi`send (from, to)`, dan `from` harus selalu sama untuk tugas kita, kita bisa mendapatkan sebuah partial dan melanjutkannya.
0 commit comments