Skip to content

Commit 5ae70c7

Browse files
committed
fix(i18n): 1.02.07.article
1 parent e771c20 commit 5ae70c7

File tree

1 file changed

+8
-10
lines changed

1 file changed

+8
-10
lines changed

1-js/02-first-steps/07-operators/article.md

Lines changed: 8 additions & 10 deletions
Original file line numberDiff line numberDiff line change
@@ -127,11 +127,11 @@ Kenapa plus unary diaplikasi ke nilai sebelum binarynya? Seperti yang kita lihat
127127

128128
## Presedensi operator
129129

130-
Jika expresi punya lebih dari satu operator, urutan eksekusi ditentukan oleh *presedensi* mereka, atau dengan kata lain, urutan prioritas implisit operator.
130+
Jika expresi punya lebih dari satu operator, urutan eksekusi ditentukan oleh *presedensi* mereka, atau dengan kata lain, urutan prioritas default operator.
131131

132132
Dari sekolah, kita semua tahu bahwa perkalian dalam expresi `1 + 2 * 2` harus dihitung sebelum penambahan. Itulah arti dari presedensi. Perkalian disebut memiliki *presedensi lebih tinggi* dari penambahan.
133133

134-
Tanda kurung mengesampingkan presedensi apapun, jika jika kita tak puas dengan urutan implisit, kita bisa gunakan mereka untuk mengubahnya. Misalnya: `(1 + 2) * 2`.
134+
Tanda kurung mengesampingkan presedensi apapun, jika jika kita tak puas dengan urutan default, kita bisa gunakan mereka untuk mengubahnya. Misalnya: tulis `(1 + 2) * 2`.
135135

136136
Ada banyak operator di JavaScript. Tiap operator punya nomor presedensi masing-masing. Nomor yang lebih besar dieksekusi terlebih dahulu. Jika presedensinya sama, urutan eksekusinya dari kiri ke kanan.
137137

@@ -199,9 +199,9 @@ alert( a ); // 3
199199
alert( c ); // 0
200200
```
201201

202-
Di contoh di atas, hasil dari `(a = b + 1)` ialah nilai yang ditetapkan ke `a` (yaitu `3`). Ia kemudian digunakan untuk pengurangan dari `3`.
202+
Di contoh di atas, hasil dari expresi `(a = b + 1)` ialah nilai yang ditetapkan ke `a` (yaitu `3`). Ia kemudian digunakan untuk evaluasi berikutnya.
203203

204-
Kode yang lucu, ya kan? Kita sebaiknya memahami cara ia bekerja, karena kadang kita lihat ia ada dalam librari pihak ke-3, tapi tak boleh menulis apapun seperti yang kita lakukan. Trik macam itu tentu saja tak membuat kode lebih jelas atau lebih terbaca.
204+
Kodenya lucu, kan? Kita sebaiknya memahami cara ia bekerja, karena kadang kita lihat ia berada dalam librari Javascript, tapi tak boleh menulis apapun seperti yang kita lakukan. Trik macam itu tentu saja tak membuat kode lebih jelas atau lebih terbaca.
205205
````
206206

207207
## Sisa %
@@ -267,7 +267,6 @@ Jadi, ada operator spesial untuk itu:
267267
```warn
268268
Inkremen/dekremen cuma bisa diaplikasikan ke variabel. Mencoba menggunakan itu pada nilai seperti `5++` akan menghasilkan galat.
269269
```
270-
```
271270

272271
Operator `++` dan `--` bisa ditaruh sebelum atau setelah variabel.
273272

@@ -285,12 +284,11 @@ Untuk melihat perbedaannya, berikut misalnya:
285284
```js run
286285
let counter = 1;
287286
let a = ++counter; // (*)
288-
```
289287
290288
alert(a); // *!*2*/!*
291289
```
292290

293-
Dalam barus `(*)`, bentuk *prefix*`++counter` menginkremen `counter` dan mengembalikan nilai baru, `2`. Jadi, `alert` menampilkan `2`.
291+
Dalam baris `(*)`, bentuk *prefix*`++counter` menginkremen `counter` dan mengembalikan nilai baru, `2`. Jadi, `alert` menampilkan `2`.
294292

295293
Sekarang, mari kita gunakan bentuk postfix:
296294

@@ -301,7 +299,7 @@ let a = counter++; // (*) ganti ++counter ke counter++
301299
alert(a); // *!*1*/!*
302300
```
303301

304-
Dalam barus `(*)`, bentuk *postfix* `counter++` juga menginkremen `counter` tapi mengembalikan nilai *lama* (sebelum inkremen). Jadi, `alert` menampilkan `1`.
302+
Dalam baris `(*)`, bentuk *postfix* `counter++` juga menginkremen `counter` tapi mengembalikan nilai *lama* (sebelum inkremen). Jadi, `alert` menampilkan `1`.
305303

306304
Ringkasnya:
307305

@@ -429,10 +427,10 @@ Di sini, expresi pertama `1 + 2` dievaluasi dan hasilnya dibuang. Lalu, `3 + 4`
429427
```smart header="Koma punya presedensi sangat kecil"
430428
Harap ingat bahwa operator koma punya presedensi sangat kecil, lebih kecil dari `=`, jadi tanda kurung penting dalam contoh di atas.
431429
432-
Tanpa mereka: `a = 1 + 2, 3 + 4` mengevaluasi `+` terlebih dahulu, penjumlahan tersebut menjadi `a = 3, 7`, lalu operator penetapan `=` menetapkan `a = 3`, dan pada akhirnya angka setelah koma, `7`, tak diproses sehingga ia diabaikan.
430+
Tanpa mereka: `a = 1 + 2, 3 + 4` mengevaluasi `+` terlebih dahulu, penjumlahan tersebut menjadi `a = 3, 7`, lalu operator penetapan `=` menetapkan `a = 3`, dan sisanya diabaikan. Ini seperti `(a = 1 + 2), 3 + 4`.
433431
```
434432
435-
Kenapa kita butuh operator yang membuang semuanya kecuali bagian akhirnya?
433+
Kenapa kita butuh operator yang membuang semuanya kecuali expresi akhirnya?
436434
437435
Kadang, orang memakai itu dalam konstruksi rumit untuk menaruh beberapa aksi dalam satu baris.
438436

0 commit comments

Comments
 (0)